Senin, 22 Februari 2016

Sujud Yang Tidak Pernah Kukenal



Bismillah. Suatu malam di masjid Yasmin 2. Keena bersama-sama sahabat yaitu Fafa dan Intan ikut berjamaah sholat isya di masjid. Kebetulan, imamnya adalah yandaku. Sebelum sholat dimulai yanda memberi nasehat tentang sujud tilawah. 


Sholat dimulai, di tengah-tengah sholat yanda  takbir dilanjutkan sujud tapi jamaah ibu-ibu malah rukuk lalu ibu-ibu ingat pesan yanda dan langsung sujud. Yanda bertakbir dan berdiri lagi melanjutkan surat Al– Insyiqoq. Sholat isya selesai seperti biasanya. 

Setelah itu Mbak Fafa meminta tolong Keena menanyakan kejadian aneh tersebut. Keena langsung bertanya Yanda dan dijawab, sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika mendengar ayat-ayat sajadah dan hukumnya sunnah. Teman-teman inilah ceritaku hari ini. 

Ttd
Sakeena Mussafi (Esluha kelas 1B)      

Minggu, 23 Agustus 2015

Kawah Putih Yang Berwarna Hijau

Parkir Atas Kawah Putih
Cerita ini berawal dari perjalananku ke kota kembang bandung yang terletak di jawa barat.Tapi aku tidak
Mulut Kawah Putih
hanya bersama keluargaku , aku juga mengajak eyang kakung dan eyang putriku.Allahuakbar aku melewati
jalan yang berliku liku dan di kanan kiri banyak sekali pohon , salah satunya pohon cemara .


Melewati kebun
strowbery,bumi perkemahan dan pemandian air panas karena disana saat pagi hari masyaallah dinginnya
nggak kebayang deh pokoknya berrrrrrrrrrr.Ternyata perutku dan perut adikku sudah lapar akhirnya ngemil
dulu deh . Bundaku bilang katanya udah mau sampai,aku dan adikku senaaaaaaaaang sekali.


Oya sampai lupa ngasih tau,kalau kawah putih ini terletak di ciwidey. Akhirnya sampai juga di kawasan parkir kawah putih. Sesaat setelah memarkirkan mobil , ayahku mencari informasi tentang tiket . Ternyata harganya mahal , tiket masuk untuk 6 orang dan parkir mobil totalnya Rp 300.000 . Eit tunggu dulu kalau mau lihat pemandangannya,kita harus turun dengan jalan kaki melewati tangga.Setelah tiba di lokasi, Subhanallah alangkah indahnya kawah putih ciptaan Allah Swt .Tidak lupa aku berfoto dengan keluarga dengan riang gembira .

Si Cantik Farah


Alhamdulillah aku bersyukur karena bisa berkunjung ke kawah yang spectakuler ,
walaupun harganya mahal namun sebanding dengan keelokan panorama alamnya.




Kamis, 10 April 2014

Senangnya liburan di WBL



Foto 1: Pintu Masuk WBL
Pada awal Januari 2014, saya dan keluarga pagi/pagi jam delapan mulai bergerak dari Hotel Purnama Tuban menuju WBL Wisata Bahari Lamongan yang jaraknya kurang lebih 40 km. Perjalanan menuju WBL menjadi menarik karena sepanjang jalan saya melihat suasana pantai utara yang subhanallah indah. Foto 1: Pintu Masuk WBL


Foto 2: Narsis Di Depan Jerapah
Akhirnya sampai juga di WBL dan tidak lupa berfoto/foto di pintu masuk yang ada patung kepiting raksasa. Yanda Bunda sengaja membelikan tiket terusan terlebih dahulu seharga Rp 85.000 per orang. Tiket ini berlaku untuk memasuki wahana WBL dan Maharani Zoo. Farah dan Keena memulai petualangan ke Maharani Zoo. Di sana saya menemukan Jerapah, Zebra, Kuda kecil, dan lain/lain. 


Setelah puas melihat binatang-binatang di Maharani Zoo, Farah dan Keena melanjutkan petualangan ke WBL. Di tempat ini ternyata banyak permainan anak-anak, jumlahnya lebih dari 30 macam, ada rumah kucing, bioskop 3 dimensi, istana bawah laut, istana boneka, kolam renang, dan lain-lain. Ada juga permainan yang seram dan bahaya seperti rumah sakit hantu, Jet Coster, Hiu Dangdut, dan lain-lain. Kami bersyukur bisa berkunjung ke WBL dan Maharani Zoo. Teman-teman kapan? seru lhooo....

Foto 3: Simbol Kodok di WBL

Foto 4: Keena utk W, Yanda utk B, dan Farah utk L

 

Sabtu, 11 Januari 2014

Serunya Liburan di Pesisir Tuban



Sebelum ke WBL kami menginap di hotel Purnama, Tuban. Tuban adalah kota di jawa timur yang letaknya di pinggir pantai utara. Aku senang sekali melihat ada kapal kapal nelayan sedang pulang mencari ikan. Setelah puas berfoto foto di tepian pantai aku melanjutkan perjalanan menuju Masjid perut bumi. Akhirnya sampai juga di masjid perut bumi Al Maghribi. Sesuai dengan namanya masjid perut bumi ternyata terletak di bawah tanah dan menyatu dengan gua. Dilanjutkan kami sholat maghrib di Masjid Agung Tuban, daerah alun alun. Malam harinya aku ke rumah makan manunggal jaya menikmati menu andalan khas Tuban yaitu rajungan dan ikan pei. Subhanallah  rasanya sedap dan super pedas. 

Foto 1: Suasana tepi pantai utara tuban 
Foto 2: Pintu utama masjid perut bumi Al Magribi
Foto 3: Halaman masjid agung tuban